DNS BIND versi 9.0

Pengertian DNS BIND 9.0

Server yang berfungsi untuk memberikan sebuah penamaan dimana sebuah IP diberikan sebuah nama/penamaan supaya lebih gampang di ingat dan penyebutan nya, dibandingkan dengan IP misal 192.168.10.1 dan di beri penamaan slashgen.com” pasti kita lebih mudah mengingat slashgen.com dibandingkan dengan IP yang tadi jadi intinya DNS Server berfungsi untuk mempermudah dalam hal memberikan penamaan kepada sebuah IP agar mudah diingat.

Cara Kerja DNS BIND 9.0

DNS menggunakan relasi client – server untuk resolusi nama. Pada saat client mencari satu host, maka ia akan mengirimkan query ke server DNS. Query adalah satu permintaan untuk resolusi nama yang dikirimkan ke server DNS.
1.      Pada komputer Client, sebuah program aplikasi misalnya http, meminta pemetaan IP Address (forward lookup query). Sebuah program aplikasi pada host yang mengakses domain system disebut sebagai resolver, resolver menghubungi DNS server, yang biasa disebut name server.
2.      Name server meng-cek ke local database, jika ditemukan, name server mengembalikan IP Address ke resolver jika tidak ditemukan akan meneruskan query tersebut ke name server  root server.
3.      Terakhir barulah si client bisa secara langsung menghubungi sebuah website / server yang diminta dengan menggunakan IP Address yang diberikan oleh DNS server.
Jika permintaan tidak ada pada database,  name server akan menghubungi server root dan server lainnya dengan cara sebagai berikut :

  1. Saat kita mengetikkan sebuah nama domain misalnya http://www. neon.cs.virginia.edu pada web browser,  maka aplikasi http (resolver) akan mengirimkan query ke Name Server DNS Server local atau DNS Server Internet Service Provider.
  2. Awalnya name server akan menghubungi server root. Server root tidak mengetahui IP Address domain tersebut, ia hanya akan memberikan IP Address server edu.
  3. Selanjutnya name server akan bertanya lagi pada server edu berpa IP Address domain neon.cs.virginia.edu.  Server edu tidak mengetahui IP Address domain tersebut, ia hanya akan memberikan IP Address server virginia.edu.
  4. Selanjutnya name server akan bertanya ke server virginia.edu tentang  IP Address neon.cs.virginia.edu. Dan server virginia.edu hanya mengetahui dan memberikan jawaban berupa  IP Address server cs.virginia.edu
  5. Selanjutnya name server akan bertanya ke server cs.virginia.edu tentang  IP Address neon.cs.virginia.edu. Dan barulah cs.virginia.edu mengetahui dan menjawab berapa IP Address domain neon.cs.virginia.edu.
  6. Terakhir barulah computer client bisa secara langsung menghubungi domain neon.cs.virginia.edu dengan menggunakan IP Address yang diberikan oleh server cs.virginia.edu.
  7. IP Address milik neon.cs.virginia.edu kemudian akan disimpan sementara oleh DNS server Anda untuk keperluan nanti. Proses ini disebut caching, yang berguna untuk mempercepat pencarian nama domain yang telah dikenalnya.

Cara Instalasi DNS BIND 9.0

  • Pertama – tama yang perlu anda lakukan terlebih dahulu adalah masuk ke dalam root debian etc dengan cara buka terminal root lalu ketikan perintah sumasukkan passwordnya
  • Tahap kedua adalah menginstall paket Bind9 telebih dahulu denagn menggunakan perintah apt-get install bind9
  • Apabila telah terinstall maka langkah berikutnya anda masuk ke directory bind dengan menggunakan perintah #cd /etc/bind/
  • Setelah berada pada directory bind ketikan perintah pico named.conf (Enter)
  • pada bagian paling bawah tambahkan script berikut ini
    NB: disini saya menggunakan domain debian.com
    zone  “127.in-addr.arpa” {
    type master ;
    file “/etc/bind/db.127″ ;
    };
    zone “debian.com. ” {
    type master ;
    file “/var/cache/bind/db.debian” ;
    zone “192.in-addr.arpa” {
    type master ;
    file “/var/cache/bind/db.192″ ;
    };
     
    setelah selesai di tambahkan lalu di save dengan menekan tombol
    ctrl+x-y 
    langkah berikutnya masih di dalam directory bind ketikan perintah
    cp db.127  db.127
    mv db192. /var/cache/bind/
     


Category: 0 komentar

0 komentar:

Posting Komentar